Tampilkan postingan dengan label akuntansi manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akuntansi manajemen. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Desember 2009

perilaku biaya


Perilaku Biaya
Perilaku Biaya: bagaimana biaya akan bereaksi atau berubah dengan adanya perubahan tingkat aktivitas bisnis.
Aktivitas bisnis yang dilakukan berperan sebagai pemacu biaya.
Jenis-Jenis Pola Perilaku Biaya :
v  Biaya Tetap (Fixed Cost)
v  Biaya Variabel (Variable Cost)
v  Biaya Semivariabel (Mixed Cost / Semivariable Cost)
Biaya tetap konstan secara total, namun jika biaya tetap dinyatakan menurut biaya per unit, maka biaya tersebut berubah secara berlawanan dengan tingkat aktivitas.
n  Committed Fixed Cost (biaya tetap yang telah ditentukan) : melibatkan perencanaan untuk beberapa tahun ke depan.
n  Discretionary Fixed cost (biaya tetap kebijakan) : disebabkan oleh keputusan tahuana yang dibuat oleh manajemen untuk membelanjakan biaya tetap tertentu.
Biaya Variabel meningkat secara total, proporsional terhadap aktivitas. Biaya variabel konstan per unit terhadap aktivitas.
n  Engineered variable cost / true variable cost (biaya variabel sejati) : memiliki spesifikasi hubungan fisik yang eksplisit dengan pelaksanaan suatu aktivitas.
n  Discretionary variable cost / step variable cost (biaya variabel bertahap) : terjadi karena adanya perubahan yang besar dalam tingkat aktivitas.
Mixed cost : biaya yang di dalamnya terdiri dari elemen-elemen biaya tetap dan biaya variabel.
v  Y = a + bx
v  Y = total mixed cost
v  a = total fixed cost
v  b = total variable cost /     unit aktivitas
v  x = tingkat aktivitas
Analisis Biaya Semivariabel :
n  Metode titik tertinggi dan terendah (high-low method)
n  Metode diagram pencar (scattergraph method)
n  Metode regresi kuadrat terkecil (least squares regression method)
Secara umum perhitungannya dapat dilakukan dengan cara:
n  Memilih jumlah biaya yang paling tinggi dari data yang tersedia
n  Memilih jumlah biaya yang paling rendah dari data yang tersedia
n  Menghitung selisih jumlah aktivitas dan selisih biaya dari dua titik tertinggi dan terendah
n  Memasukkan selisih tersebut ke dalam formula untuk menghitung kmponen biaya tetap dan biaya variable.
n  Metode Scattergraph:
n    Sebuah garis regresi ditarik di antara pencaran titik-titik yang diplot secara sederhana berdasarkan pengamatan visual
Metode Least Square Regression:
   lebih objektif dan tepat daripada metode Scattergraph tetapi melibatkan beberapa perhitungan yang rumit sehingga lebih mudah menggunakan komputer untuk menerapkan metode ini.
   Metode least square regression untuk membuat estimasi hubungan linier didasarkan pada persamaan linier:
n  Y = a + bx
Rumus berikut ini digunakan untuk menghitung nilai titik potong pada sumbu X (a) dan slope (b) yang meminimkan kuadrat residual.
           n ( ∑XY – ( ∑X ) ( ∑Y )
 b =
              n ( ∑X2 ) – ( ∑X )2
                                                                                                         ( ∑Y ) – b ( ∑ X )
 a =
                                         n
    dimana:
n  X = tingkat aktivitas (variable independent)
n  Y = total biaya semivariabel (variable dependen)
n  a  = total biaya tetap (titik potong pada sumbu vertical)
n  b  = biaya variable perunit aktivitas (slope)
n  n  = jumlah observasi
n  ∑ = jumlah total n observasi
   Bagaimana manajemen mengusahakan estimasi komponen tetap dan variabel dalam biaya semivariabel?
n  Account Analysis
n  Engineering Approach
   Dalam account analysis , setiap rekening yang bersangkutan diklasifikasikan sebagai biaya tetap atau biaya variable berdasarkan pemahaman analisis mengenai perilaku biaya tersebut.
   Engineering approach meliputi analisis detail perilaku biaya yang seharusnya berdasarkan evaluasi terhadap metode produksi yang digunakan, efisiensi produk, konsumsi listrik,  dan sebagainya.







kekurangan dan kelebihan roi & eva


1.       Kelebihan dan kelemahan Return of Invesment (ROI) & Economic Value added (EVA)
Jawab :
·     Kelebihan Return of Invesment (ROI)
*  Mendorong manajer memberikan perhatian pada hubnngan antara penjualan, biaya-biaya dan investasi
*   Mendomng etisiensi biaya.
*   Mengurangi Investasi pada operating assets yang berlebihan.
·     Kelemahan Return of Invesment (ROI)
*   Terdapat kesukaran dalam membandingkan pale of return suatu badan usaha dengan badan usaha lain yang sejenis, mengingat pmktik akuntansi yangdigunakan pada badan usaha Iersebut berbeda—beda.
*   Mendorong terjadinya myopic behavior,  yaitu manajer hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek, yang justru akan membebani badan usaha keseluruhan secara jangka panjang.
·     Kelebihan Economic Value added (EVA)
*   Bermanfaat sebagai penilai kinerja yang berfokus pada penciptaan nilai (value creation), membuat perusahaan lebih memperhatikan struktur modal, dan dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kegiatan atau proyek yang memberikan pengembalian lebih tinggi daripada biaya modal.
*   Manajemen dipaksa untuk mengetahui berapa the true cost of capital dari bisnisnya sehingga tingkat pengembalian bersih dari modal yang merupakan hal yang sesungguhnya menjadi perhatian para investor dapat diperlihatkan secara jelas.
*   Manajer akan berpikir dan bertindak seperti halnya pemegang saham yaitu memilih investasi yang memaksimumkan tingkat pengembalian dan meminimumkan tingkat biaya modal sehingga nilai perusahaan dapat dimaksimumkan.
·     Kelemahan Economic Value added (EVA)
*   EVA hanya menggambarkan penciptaan nilai pada suatu tahun tertentu.
*   Secara praktis, penerapan EVA masih sulit, karena proses perhitungan EVA memerlukan estimasi atas biaya modal dan estimasi ini terutama untuk perusahaan yang belum go public sulit untuk dilakukan.
2.       Kenapa perusahaan lebih memilih Economic Value added dari pada Return of Invesment (ROI)
Jawab :
Perusahaan lebih memilih Economic Value Added dari pada Return of Invesment karna :
*   Dengan penggunaan metode EVA  seluruh unit usaha memiliki sasaran laba yang sama untuk perbandingan investasi.
*    Keputusan – keputusan yang meningkatkan ROI suatu pusat investasi dapat menurunkan laba secara keseluruhan.
*   Tingkat suku bunga yang berbeda dapat digunakan  untuk jenis aktiva yang berbeda pula.
*   EVA berlawanan dengan ROI, memilikih korelasi positif yang lebih kuat  terhadap perubahan-perubahan dalam nilai dasar perusahaan.
*   Mengurangi resiko pengambilalihan.
*   Menciptakan nilai tukar untuk agresivitas dalam merger dan akuisisi.
*   Mengurangi biaya modal, sehingga memungkinkan investasi yang lebih cepat untuk pertumbuhan masa depan,