Tampilkan postingan dengan label AK MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AK MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2010

BIAYA KUALITAS DAN PRUDUKTIVITAS


Biaya Kualitas dan Produktivitas
Definisi Kualitas
Sebuah  Produk yang berkualitas adalah produk yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan...
Jadi, produk atau jasa yang berkualitas adalah yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan dalam 8 (delapan) dimensi yaitu :
*     Performance
Bagaimana suatu produk  dapat  difungsikan dengan baik
*     Aesthetics
Menunjukan kejelasan produks (style, beauty)
*     Serviceability
adanya Durability
       Kualitas kemudahan perawatan dan  perbaikan produk
*     Features
Karakteristik produk yang berbeda atas produks yang sama
*     Reliability
Kemungkinan bahwa  produk atau service dapat  diandalkan dalam waktu yg lama
*     Durability
Lama fungsi sebuah Produk
*     Kualitas of conformance
Kesesuaian produk dengan kualitas/specifications
*     Fitness for use
Kecocokan penggunaan produk sesuai yang diharapkan
Biaya Kualitas
Sedangkan biaya kualitas itu sendiri adalah biaya-biaya yang timbul karena mungkin atau telah terdapat produk yang buruk kualitasnya
Dalam hal ini, biaya kualitas berkaitan dengan kegiatan pengendalian dan kegiatan  karena kegagalan
Zero defects berarti bahwa semua produks sesuai dengan specifications.(Berkualitas)
Ada 4 (empat) kategori biaya kualitas, antara lain biaya-biaya yang terjadi untuk/karena :
1)     Preventive Costs
mencegah kualitas yang buruk pada produk atau jasa yang dihasilkan
2)     Appraisal Costs
Menjaga produk danjasa agar sesuai dengan persyaratan atau kebutuhan pelanggan
3)     Internal failure Costs
Produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi atau kebutuhan pelanggan
4)     External failure Costs
produk dan jasa yang dihasilkan gagal memenuhi kebutuhan pelanggan setelah disampaikan kepada pelanggan
Contoh Biaya Kualitas
Prevention Costs
Program pelatihan Kualitas     
Perencanaan Kualitas
Pengendalian Proses  
Laporan Kualitas          
Supplier evaluation and selection
Pemeriksaan Kualitas
Kualitas circles              
Field trials       
Design reviews                            
Appraisal  Costs    
Inspection of raw materials
Testing of raw materials
Packaging inspection
Supervising appraisal
Audit kualitas produk
Process acceptance
Inspection of equipment
Testing equipment
evaluasi inventori        
Internal failure Biaya
Scrap                                             
Rework / kerja ulang  
100% sortir inspeksi    
Reinspection  
Retesting         
Design changes                           
External failure Costs
Cost of recalls
Lost sales
Returns/allowances
Warranties
Repairs
produk liability
Customer dissatisfaction
Lost market share
Complaint adjustment
Klasifikasi Biaya Kualitas
klasifikasi biaya kualitas, antara lain :
        biaya yang dapat diamati dan
        biaya yang tidak dapat diamati.
        Biaya kualitas yang dapat diamati (observable quality costs) merupakan biaya-biaya yang tersedia atau dapat diperoleh dari catatan akuntansi perusahaan
        Sedangkan biaya kualitas yang tersembunyi (hidden costs) adalah biaya kesempatan atau oportunitas yang terjadi karena adanya kualitas yang buruk .
        Untuk mengestimasi biaya kualitas yang tersembunyi, ada 3 (tiga) metode yang disarankan yaitu :
Metode Pengali
Metode Penelitian Pasar
Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi
Metode Pengali
  The multiplier method mengasumsikan bahwa total biaya kegagalan adalah hasil pengalian dari biaya-biaya kegagalan :
  Total biaya kegagalan eksternal = k (Biaya kegagalan eksternal yang terukur)
¡  dimana ‘ k ‘ adalah the multiplier effect
¡  Jika k = 4, dan biaya kegagalan eksternal yang terukur sebesar $2 million, maka estimasi Total biaya kegagalan eksternal  menjadi sebesar $8 million.
Metode Penelitian Pasar
  Metode Penelitian Pasar digunakan untuk menilai dampak kualitas yang buruk terhadap penjualan dan pangsa pasar.
¡  Suvey Customer dan interviews dengan members penjualan dapat memberikan pengertian yang significant kedalam arti pentingnya Biaya perusahaan yang tersembunyi.
¡  Hasil penelitian pasar dapat digunakan untuk memproyeksikan hilangnya laba di masa depan akibat kualitas yang buruk.
Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi
  Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi  mengasumsikan bahwa setiap penyimpangan dari nilai target suatu karakteristik kualitas dapat menimbulkan biaya kualitas yang tersembunyi.
¡  Selain itu, Biaya Kualitas yang tersembunyi meningkatkan secara signifikan sebagai nilai deviasi actual dari nilai sebuah target.
Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi
L(y) = k(y – T)²
k = Konstanta proporsionalitas yang
      besarnya bergantung pada struktur biaya
      kegagalan  eksternal perusahaan
y =Nilai actual dari karakteristik kualitas
T = Nilai target dari karakteristik kualitas
L =Kerugian kualitas
Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi
  Untuk menggunakan fungsi kerugian Taguchi, maka nilai k harus diestimasi dengan rumus sebagai berikut :
  K = c/d²
  Dimana :
  c = Kerugian pada batas spesifikasi atas atau bawah
  d = Jarak batas dari nilai target
Produktifitas Sebagai Alat Pengukuran dan Pengendalian
Efisiensi produktif total adalah suatu titik dimana dua kondisi terpenuhi yaitu,:
  1. Pada setiap bauran input untuk memproduksi output tertentu maka tidak satu input pun yang digunakan lebih dari yang diperlukan untuk menghasilkan output;
  2. Atas bauran-bauran yang memenuhi kondisi pertama maka dipilih bauran dengan biaya terendah.
Tehnik Efisiensi
  Tehnik Efisiensi adalah kondisi dimana sudah tidak ada lagi satu inputpun yang digunakan lebih dari yang diperlukan untuk menghasilkan output.
  Peningkatan Tehnik efisiensi improvement dapat dicapai dengan menggunakan lebih sedikit input untuk menghasilkan ouput yang sama, atau memproduksi output lebih banyak dengan jumlah input yang sama, atau memproduksi output lebih banyak dengan input relative lebih sedikit.










BALANCE SCORE CARD

BALANCED SCORECARD
“BALANCED” (berimbang
Keseimbangan:
 Kinerja keuangan – non keuangan
 Kinerja jangka panjang- jangka pendek
 Menilai Kinerja tercatat dan kinerja yang diharapkan
SCORECARD
 Kartuyang digunakan untuk mencatat skor kinerja organisasi
 Kartu skor untuk mencatat kinerja yang hendak diwujudkan oleh suatu organisasi
 Mencatat kemajuan atau perubahan kinerja
Apa yang dimaksud dengan balancend scorecard ?
 Kumpulan ukuran kinerja organisasi yang diturunkan dari strategi organisasi untuk mendukung dan mengarahkan pelaksanaan tujuan strategi secara khusus
 Memberikan suatu cara untuk menjelaskan strategi organisasi pada manajer - manajer di seluruh organisasi
 Dapat menjawab pertanyaan: apa yang perlu diperbaiki dan bagaimana caranya?
 Memberikan suatu cara untuk menjelaskan strategi organisasi pada manajer - manajer di seluruh organisasi
 Balanced Scorecard merupakan alat pengukuran kinerja perusahaan yang komprehensif berdasarkan ukuran keuangan dan non keuangan.
 Menurut Kaplan (1996) “if can measure it you can manage it”.
 Pengukuran terhadap keempat perspektif tersebut adalah :
 Perspektif keuangan: mencakup ukuran kinerja keuangan seperti pendapatan operasional dan arus kas
 Perspektif pelanggan: mencakup ukuran kepuasan pelanggan
 Perspektif proses internal: mencakup diantaranya ukuran produktivitas dan kecepatan
 Pembelajaran dan inovasi: mencakup ukuran seperti jumlah jam pelatihan karyawan dan jumlah paten atau produk baru.
Memperluas Balanced Scorecard
 Perusahaan harus peduli dengan kesinambungan (sustainability) bisnis mereka, yaitu penyeimbangan tujuan jangka pendek dan jangka panjang dalam 3 dimensi kinerja perusahaan- ekonomi, sosial, dan lingkungan.
 Kinerja ekonomi diukur dengan cara tradisional, sementara kinerja sosial berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan karyawan serta pihak berkepentingan lainnya. Dimensi lingkungan mengacu pada pengaruh operasi perusahaan pada lingkungan.
DIALS IN AN AIRPLANE COCKPIT
• Weather
• Fuel
• Height
• Latitude
• Temperature
• Time
• Frequency
• ….
Manfaat Balanced Scorecard
 Informasi dapat diperoleh secara cepat
 Mendukung budaya manajemen yang transparan
 Merubah cara kerja organisasi agar lebih efisien dan cepat
 Umpan balik dapat diperoleh secara obyektif berkelanjutan dan cepat
 Manajer dan staf dapat fokus pada ukuran kinerja yang kritis
Kapan menggunakan balanced scorecard ?
 Pada saat memulai (ada peluang) deregulasi
 Adanya pesaing baru
 Pada waktu menerima tantangan baru dari stake holder
 Pelaksanaan kebijakan yang baru atau reorganisasi yang mendasar (Otonomi?, Desentralisasi?)
LANGKAH PENYUSUNAN BALANCE SCORECARD
 Pemahaman sistem manajemen kinerja
 Pengkajian lingkungan kelembagaan, analisa stake holder,
 Penyusunan visi, misi, SWOT, peringkat isue kritis
 Penyusunan tujuan strategis
 Penyusunan tujuan spesifik
 Penyusunan Indikator dan Ukuran Kinerja
 Penentuan sasaran
 Penyusunan Rencana tindakan

Senin, 11 Januari 2010

Pengertian Anggaran

1. Pengertian Anggaran

Pengertian anggaran (budget) ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan, dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang (Munandar, 1986).

2. Unsur yang melekat pada budget:
a. Rencana
Recana merupakan penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan diwaktu yang akan datang dengan spesifikasi khusus, misalnya disusun secara sistematis mencakup seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit (satuan) moneter.

Beberapa alasan diperlukannya “rencana” bagi perusahaan:
• adanya ketidakpastian di masa yang akan datang
• banyaknya alternatif di masa yang akan datang.
• rencana merupakan pedoman kerja perusahaan
• rencaa sebagai alat koordinasi kegiatan dari seluruh bagian yang ada di perusahaan.
• rencana sebagai alat pengawasan (control) terhadap pelaksanaan.

b. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan
Unsur ini bermakna bahwa budget mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian yang ada dalam perusahaan, (pemasaran, produksi, pembelanjaan, administrasi dan kegiatan yang berkaitan dengan sumberdaya manusia).

c. Dinyatakan dalan unit (satuan) moneter
Budget dinyatakan dalam satuan moneter yang dapat diterapkan pada berbagai kegiatan perusahaan yang beraneka ragam, yakni satuan ”rupiah”, mengingat satuan dari berbagai kegiatan pada dasarnya berbeda misalnya: untuk bahan mentah kilogram, tenaga kerja jam kerja per minggu dst.

d. Jangka waktu tertentu yang akan datang.
Unsur ini menyatakan bahwa budget berlaku untuk masa datang, hal ini berarti bahwa apa yang dimuat dalam budget adalah taksiran –taksitan (forecast) tentang apa yang akan terjadi serta apa yang akan dilakukan di waktu yang akan datang.

Berkaitan dengan jangka waktu, budget dikenal dengan :
• budget strategis
budget yang berlaku untuk jangka panjang/lebih dari 1 periode akuntansi/ 1 tahun.

• budget Taktis
budget yang berlaku untuk jangka pendek. Budget yang disusun untuk 1 periode akuntansi (setahun penuh) dinamakan budget Periodik (periodikal budget), sedangkan budget yang disusun untuk jangka waktu kurang dari satu periode akuntansi misalnya jangka tiga bulanan, danse bagainya disebut sebagai budget bertahap (continous budget).
3. Faktor yang memengaruhi ketepatan penentuan jangka waktu berlakunya budget adalah:
• Luas pasar
• Posisi perusahaan dalam persaingan
• Jenis Produk yang dihasilkan (elastis dan in-elastis, umur selera konsumen)
• Tersedianya data dan informasi (berkatan dengan keakuran budget).
• Keadaan perekonomian pada umumnya. (kasus krisis moneter).

4. Kegunaan budget:
a. sebagai pedoman kerja
b. sebagai alat pengkoordinasian kerja
c. sebagai alat pengawasan kerja/tolok ukur.

5. Faktor yang memengaruhi penyusunan budget:
a. Faktor interen
Yang dimaksud dengan faktor intern adalah data, informasi dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan sendiri. Yang dapat berupa: Penjualan tahun –tahun lalu, kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, kapasitas produksi dll).

b. Faktor Ekstern
Faktor ekstern meliputi, data, informasi dan pengalaman yang terdapat di luar perusahaan, tetapi memiliki pengaruh terhadap kehidupan perusahaan.Yang dapat berupa keadaan persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan masyarakat, pendidikan masyarakat, perekonomian nasional, berbagai kebijakan pemerintah dll.

6. Hubungan Peranggaran dengan Manajemen

Fungsi Manajemen adalah menyusun perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), koordinator (coordinating), dan pengawasan (controling) terhadap orang dan barang, untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. .

Berdasarkan pengertian sebelumnya (budget maupun manajemen), dapat disimpulkan bahwa budget sebagai alat bagi manajemen untuk membantu menjalankan fungsi-fungsinya. Namun demikian budget sebagai alat bagi manajemen memiliki kelemahan: yakni:
• Budget disusun berdasarkan taksiran-taksira.
• Budget disusun dari berbagai data baik yang controlabel dan non controlabel.
• Efeftivitas dan efisiensi budget tergantung dari manusia sebagai pelaksana.

7. Hubungan antara budget dengan Akuntansi
Akuntansi menyajikan data historis yang sangat bermanfaat untuk menghitung (menyiapkan) taksiran-taksiran yang akan dituangkan dalam budget, yang nantikan akan dijadikan sebagai pedoman kerja di waktu yang akan datang. Selanjutnya akutansi akan melakukan pencatatan secara sistematis dan teratur tentang pelaksanaaan budget itu nantinya, dari hari ke hari, dengan demikian akuntansi dapat menyajikan data realisasi pelaksanaan budget secara lengkap.

Sehingga dengan membandingkan antara budget dan catatan akuntansi dapat diketahui apakah perusahaan telah melaksanaakan proses kerja secara efisien atau in-efisisen, efektif atau inefektif, dst, Oleh karena itu semua teknik pencatatan dan semua sistematika yang dipakai dalam akuntansi harus sama dan sejalan dengan teknik serta sistematika yang dipakai dalam budget.

8. Hubungan antara budget dengan statistika dan matematika

Berhubungan untuk pengolahan data (sebagai penunjang) baik saat penyusunan maupun realisasi dan penganalisaan realisasi budget. Sehingga dapat diketahui penyimpangan positif maupun negatif, sebagai bahan pertimbangan keputusan efisiensi budget.
9. Isi dan Prosedur Penyusunan Anggaran dan Faktor

Budget adalah hasil kerja (out-put) yang terutama berupa taksiran-taksiran yang akan dilaksanakan di waktu yang akan datang, yang dituangkan dalam suatu naskah tulisan yang disusun secara teratur dan sistematis.

10. Proses Kegiatan yang tercakup dalam Budgeting:
• Pengumpulan data dan informasi yang diperlukan untuk menyusun budget.
• Pengolahan dan penganalisaan data dan informasi tersebut untuk mengadakan taksiran-taksiran dalam rangka menyusun budget,
• Menyusun budget dan menyajikan secara teratur dan sistematis.
• Pengkoordinasian pelaksanaan budget
• Pengolahan dan penganalsisaan data tersebut untuk mengadakan interpretasi dan memperoleh kesimpulan, dalam rangka mengadakan penilaian (evaluasi) terhadap kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun kebijakan-kebijakan sebagai tindak lanjut (follow-up) dari kesimpulan-kesimpulan tersebut.

11. Tugas Penyusunan Budget
Tugas penyusunan budget merupakan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi perusahaan. Namun demikian tugas penyusunan budget selanjutnya dapat didelegasikan kepada bagian yang terkait pada perusahaan (tergantung struktur perusahaan). Berikut ini beberapa bagian yang dapat memperoleh pendelagasia penyusunan budget:
a. bagian administrasi (bagi perusahaan kecil) , karena seluruh data aktivitas perusahaan baik produksi, pemasaran maupun yang lainnya terkumpul pada bagian ini.

b. panitia budget (bagi perusahaan besar), terdiri dari pimpinan dan wakil masingmasing bagian terkaita.

Budget yang selesai disusun baik oleh bagian administrasi maupun panitia budget (tergantung organisasi perusahaan), disebut sebagai draft budget (rancangan budget), sedangkan apabila rancangan tersebut telah diserahkan,disetujui dan disahkan oleh pimpinan teritnggi perusahaan disebut sebagai Budget yang definitif.

12. Isi budget
Budget sudah seharusnya mencakup seluruh kegiatan perusahaan, sehingga fungsi budget benar-benar dapaaat berjalan. Budget yang menyeluruh tersebut di namakan budget Komprehensif (Comphrehensive Budget).

13. Isi dari Comphrehensive Budget, secara garis besar terdiri dari:
a. forecasting budget
b. variabel budget (berisis tentang tingkat perubahan biaya atau tingkat variabilitas)
c. analsisa statistika dan matematika pembantu
d. laporan budget (/budget report): merupakan laporan realisasi pelaksanaan budget yang dilengkapi dengan berbagai analisa perbandingan antara budget dengan relaisasinya, sehingga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan maupun efisiensi-efisiensi yang terjadi, sehingga dapat dianalisis dan ditarik kesimpulan.

14. Anggaran Komprehensip dan Parsial
Anggaran komprehensip merupakan anggaran dengan ruang lingkup yang meyeluruh. Aktivitas yang tercakup dalam anggaran komprehensip mencakup seluruh aktivitas perusahaan baik dalam bidang pemasaran, produksi, keuangan dan administrasi.

Secara lengkap anggaran komprehensip terdiri dari:
• Substantif plan
Pada substantif plan berisi Tujuan umum perusahaan, tujuan khusus perusahaan, strategi perusahaan, asumsi-asumsi.

• Financial plan
 Anggaran jangka panjang : meliputi penjualan, biaya penjualan, modal, arus dana, dan kebutuhan tenaga kerja

 Anggaran tahunan
a. Anggaran operasional
1. Anggaran laba rugi
2. Anggaran pembantu laba rugi
• Anggaran penjualan
• Anggaran produksi
• Anggran biaya produksi
• Anggaran biaya penjualan

b. Anggaran keuangan
1. Anggaran neraca
2. Anggaran pembantu neraca
• Anggaran kas
• Anggaran piutang
• Anggaran persediaan
• Anggaran Perubahan aktiva tetap
• Anggaran utang
• Anggaran Penambahan modal
3. Anggaran variabel
4. Anggraan Statistik pembantu
5. Laporan Internal

Anggaran Parsial. Anggran parsial merupakan anggaran yang disusun dengan ruang lingkup yang terbatas atau dalam ruang lingkup yang sempit. Misalnya perusahaan hanya menyususn anggaran produksi saja, penjulan atau keuangan saja. Dalam anggaran parsial masing-masing bagian menyusun anggaran secara sendiri-sendiri, sehingga rencana tersebut disusun tidak terpadu, dibandingkan dengan anggaran komprehensip anggaran parsial lebih mudah disusun karena belum begitu kompleks.

15. Anggaran Pendekatan Sistem
Suatu sistem adalah kumpulan komponen yang saling berinteraksi atau saling bergantung, yang dikoordinie sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kebulatan dan diorganisasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Sebagai suatu sistem budget terdiri dari :
• Inti sistem :
Inti sistem mencerminkan sasaran dari fungsi pemasaran, produksi, keuangan dan administrasi. Sebagai inti sistem anggaran mempunyai fungsi sebagai alat manajemen untuk merencanakan serta mengawasi kegiatan masing-masing fungsi tersebut

• Subsistem penunjang
Mencerminkan berbagai hal yang fungsinya diperlukan untuk membantu kelancaran bekerjanya inti sistem. Subsistem penunjang meliputi struktur organisasi, tertib administrasi, analisa data statistik internal dan analisa akuntansi dan angka-angka standar.

• Subsistem lingkungan
Subsistem lingkungan merupakan variabel yang terletak di luar perusahaan yang meliputi data dan analisis ekonomi, data dan analisis industri, data dan analisis produk serta struktur harga dan persaingan

Senin, 28 Desember 2009

pengertian dan manfaat HPV

PENGERTIAN DAN MANFAAtHPV
 Variabel costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variable ke dalam harga pokok produksi
 Manfaat data perhitungan harga pokok dengan menggunakan metode variabel costing (HPV) adalah :
1.Menigkatkan estimasi tingkat profitabilitas produk, konsumen, dan segmen bisnis lain.
2. Laba periodik tidak dipengaruhi oleh tingkat persediaan. Dengan asumsi hal-hal lain tetap (harga jual, biaya,bauran benjualan dan sebagainya) laba akan searah dengan penjualan.
3. Dengan menggunakan Variabel costing, biaya produksi per unit tidak mengandung biaya tetap.
4. Laba bersih berdasarkan variabel costing lebih dekat dengan aliran kas bersih. Hal ini akan sangat penting untuk perusahaan yang mengalami masalah aliran kas.
Perbedaan perhitungan Laba Bersih yang Menggunakan Metode HPV dengan Harga Pokok Penuh
 Metode Variabel Costing
Perhitungan Biaya Produksi :
Biaya bahan baku Rp. xxxx
Biaya tenaga kerja langsung Rp. xxxx
Biaya overhead pabrik Rp. xxxx
(BOP Variabel)
Biaya Produksi Rp.xxxx
Perhitungan Harga Pokok :
Harga Pokok Produksi :
Persediaan produk dalam proses awal Rp xxx
Biaya Produksi Rp xxx +
Rp xxx
Persediaan produk dalam proses akhir Rp xxx -
Harga Pokok Produksi Rp xxx

Perhitungan Harga Pokok Penjualan :
Persediaan produk selesai awal Rp xxx
Harga pokok produksi Rp xxx +
Rp xxx
Persediaan produk selesai akhir Rp xxx -
Harga Pokok Penjualan Rp xxx
Perhitungan Rugi-Laba
(Metode Variabel Costing)
Pendapatan Penjualan Rp. xxxx
Biaya-Biaya Variabel :
Harga Pokok Penjualan Rp. Xxxx
Biaya Non Produksi Variabel Rp. xxxx
Rp. xxxx
Kontribusi Marjin Rp. Xxxx
Biaya-Biaya Tetap :
Biaya Overhead Pabrik - Tetap Rp.xxxx
Biaya Non Produksi –Tetap Rp.xxxx
Rp. Xxxx
Laba/Rugi Bersih Rp. xxxx
Metode Full Costing
Perhitungan Biaya Produksi :
Biaya bahan baku Rp. xxxx
Biaya tenaga kerja langsung Rp. xxxx
Biaya overhead pabrik Rp. xxxx
(BOP Variabel & Tetap)
Biaya Produksi Rp.xxxx
Perhitungan Harga Pokok :
Harga Pokok Produksi :
Persediaan produk dalam proses awal Rp xxx
Biaya Produksi Rp xxx +
Rp xxx
Persediaan produk dalam proses akhir Rp xxx -
Harga Pokok Produksi Rp xxx

Perhitungan Harga Pokok Penjualan :
Persediaan produk selesai awal Rp xxx
Harga pokok produksi Rp xxx +
Rp xxx
Persediaan produk selesai akhir Rp xxx -
Harga Pokok Penjualan Rp xxx
Perhitungan Rugi-Laba
(Metode Full Costing)
Pendapatan Penjualan Rp. xxxx
Harga Pokok Penjualan Rp. xxxx
Laba Kotor Rp. Xxxx
Biaya Umum Administrasi Rp.xxxx
Biaya Pemasaran & Penjualan Rp.xxxx
(Rp. Xxxx)
Laba/Rugi Bersih Rp. xxxx